PANGKALAN BUN - Akan menjadi kerugian besar bagi masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) kalau banyak yang golput atau tidak menggunakan hak suara pada pemilihan gubernur (pilgub) yang rencananya digelar 27 Januari 2016. Hal ini dikatakan Pelaksana Harian (Plh) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalteng, Rahmat Hidayat.
Pilgub Kalteng, setelah batal digelar bersama agenda Pilkada Serentak, 9 Desember 2015, itu diikuti dua pasangan calon (paslon): nomor urut 1 H Sugianto Sabran-Habib Said Ismail (Sohib) dan nomor urut 2 Willy M Yoseph-Wahyudi K Anwar (Wibawa).
"Jangan jadi golput, jatuhkan pilihan pada salah satu dari dua paslon yang ada. Menggunakan hak suara untuk memilih gubernur sama dengan ikut menyumbang dukungan pada pembangunan Kalteng lima tahun ke depan," kata Rahmat Hidayat, yang merangkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kepada Borneonews di Pangkalan Bun, Selasa (5/1/2016).
Ia menegaskan, pilihan golput akan menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan demokrasi di Bumi Tambun Bungai. "jadi, golput bukanlah solusi untuk menciptakan solusi bagi pembangunan Kalteng yang lebih baik," ujar Rahmat.
Ditanya tentang sikap PPP, Rahmat menyatakan tetap konsisten mendukung SOHIB. ''Struktur PPP di Kalteng tunduk pada instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP (pimpinan Ketua Umum Djan Faridz) yang sejak awal komit untuk memenangkan SOHIB," tandas Rahmat. (B-1)


