BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengamat ekonomi menilai dibukanya ekspor minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO) akan berdampak positif bagi petani lokal Kalteng.
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Kalimantan Tengah, Miar P Bakar menyampaikan selain baik untuk petani, dibukanya ekspor berdampak pada peningkatan devisa.
"Tentunya dengan dibukanya kembali ekspo CPO akan berdampak pada ekspansi dari produksi dari industri kelapa sawit, karena akan menambahkan nilai devisa ekspor," sebut Miar.
Miar menjelaskan, dengan dibukanya kembali izin ekspor CPO di Indonesia akan berdampak peningkatan harga jual tandan buah kepala sawit (TBS) menjadi lebih optimal lagi.
"Tidak menutup kemungkinan harga TBS juga nantinya akan terus bertahan di level yang bagus. Sehingga akan sangat menguntungkan bagi para petani kelapa sawit di Kalimantan Tengah," ujarnya.
--page
Dosen dari Universitas Palangka Raya tersebut juga mengatakan selain dapat digunakan untuk industri pengolahan minyak goreng, CPO juga dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi masa depan.
Miar menilai untuk masih sulitnya regulasi perizinan ekspor CPO bagi para pengusaha, memang sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan.
Menurutnya hal itu penting untuk mengendalikan tingkat harga produk-produk turunan kelapa sawit, terutama minyak goreng di dalam negeri.
"Tentunya ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat itu adalah agar kebutuhan CPO untuk konsumsi di dalam negeri harus diprioritaskan, bukan diperhatikan. Karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak," tandas Miar. (HERMAWAN DP/B-11)









