BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kelompok Tani Milenial Ampari Jaya di Desa Ampari Kabupaten Barito Timur melakukan panen perdana jagung pakan, Senin, 6 Juni 2022.
Panen perdana tersebut dihadiri oleh Koordinator BPP Awang dan para penyuluh yang sekaligus melakukan pengubinan untuk mengetahui hasil panen jagung per hektare.
Ketua Poktan Ampari Jaya, Servinus Januardi mengatakan, penanaman jagung pertama kali di kelompok yang dipimpinnya yakni seluas 1 hektare. Namun saat ini kelompoknya sedang meningkatkan pembukaan lahan tanam jagung seluas minimal 11 hektare.
"Hasil ubinan tadi didapatkan hasil panen 13,78 ton per hektare jagung tongkol kering atau 7 ton per hektare jagung pipil kering," ungkap sarjana kehutanan yang akrab dipanggil Vinus ini.
Potensi pasar jagung yang merupakan bahan baku pakan ternak masih sangat bagus. Karena itu Vinus menargetkan luas tanam untuk milik pribadi pada musim tanam April-September ini seluas 3 hektare, sedangkan untuk kelompoknya yang beranggotakan 24 orang mencapai 12 hektare.
--page
"Harga jual di tingkat petani masih sangat bagus, jagung pipil kering kadar dengan kadar air di bawah 16 persen bisa Rp5.000 per kilogram, atau tongkol kering Rp3.500 per kilogram," paparnya.
Melihat potensi budidaya jagung pakan yang besar, Poktan Ampari Jaya berencana akan melakukan pemantapan olah lahan dan pengairan guna mengatasi saat penanaman musim kemarau meski saat ini masih mengalami kendala keterbatasan alat penunjang.
"Kami berharap kebutuhan alat penunjang ini dapat menjadi perhatian pemerintah, juga kebutuhan benih dan pupuk bersubsidi," kata Vinus. (BOLE MALO/B-11)









