PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komoditas utama ekspor Kalteng yang diekspor ke beberapa negara di belahan dunia selama April 2022 yakni batu bara. Komoditas tersebut masuk pada kelompok bahan bakar mineral.

Kemudian bijih alumunium, bijih timbal, bijih seng dan bijih zircon kelompok bijih logam, kerak, dan abu logam, pasir micronized zircon kelompok garam, belerang, kapur; kernel kelapa sawit kelompok ampas/sisa industri makanan, serta RPO dan fraksi cairnya kelompok lemak dan minyak hewani/nabati.

"Ada juga karet yang masuk pada kelompok karet dan barang dari karet, kayu dan kayu lapis kelompok kayu dan barang dari kayu," ungkap Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro, Selasa, 7 Juni 2022.

Dikatakan, apabila dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor untuk hampir semua golongan barang, kecuali pada kelompok ampas/sisa industri makanan serta kelompok perabot, penerangan rumah.

Ekspor kelompok bahan bakar mineral mengalami peningkatan nilai terbesar yaitu sebesar US$ 82,19 juta atau 19,30 persen. Penurunan nilai ekspor terjadi pada kelompok ampas/sisa industri makanan yakni sebesar US$ 0,63 juta atau 23,60 persen.

--page

Selanjutnya, apabila dibanding kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya, pada April 2022 hampir semua golongan barang juga mengalami kenaikan nilai ekspor, kecuali kelompok karet dan barang dari karet, kayu dan barang dari kayu, ampas/sisa industri makanan serta perabot, penerangan rumah.

Komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan ekspor terbesar yakni senilai US$ 393,57 juta atau 343,64 persen, diikuti oleh kelompok bijih logam, kerak dan abu logam senilai US$ 31,52 juta atau 339,29 persen, serta kelompok garam, belerang dan kapur senilai US$3,14 juta atau 1.308,33 persen dan lainnya.

Sedangkan untuk komoditas yang termasuk dalam kelompok kayu dan barang dari kayu mengalami penurunan terbesar yaitu senilai US$ 0,88 juta atau 9,32 persen.

Secara kumulatif yakni dari bulan Januari-April 2022, ekspor Kalteng masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara senilai US$ 1.386,84 juta atau 75,24 persen dari total eskpor.

Selain itu, kelompok lemak & minyak hewani/nabati khususnya refined palm oil atau RPO serta kelompok bijih logam, kerak dan abu logam juga memberikan kontribusi besar, yakni 19,28 persen dari total ekspor Kalteng.

Apabila dilihat perkembangannya, total ekspor meningkat secara kumulatif sebesarv101,79 persen dari US$ 913,45 juta pada Januari-April 2021 menjadi US$ 1.843,22 juta di Januari-April 2022. (DONNY D/B-7)