KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Belasan tahun merasakan jalan tanah, masyarakat di Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) akhirnya gembira lantaran jalan beraspal sudah dibangun di wilayah setempat.

"Untuk saat ini jalan beraspal sudah masuk ke wilayah kami Kecamatan Damang Batu. Namun sementara baru sampai ibu kota kecamatan yakni kelurahan Tumbang Marikoi," ujar Camat Damang Batu Damai, Selasa, 7 Juni 2022.

Damai menjelaskan bahwa, dengan adanya jalan aspal tersebut membuat jarak tempuh dari Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kayahan Hulu Utara ke Kelurahan Tumbang Marikoi, Kecamatan Damang Batu menjadi lebih singkat.

Ia berharap, di tahun-tahun berikutnya jalan beraspal bisa menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Damang Batu. Sehingga, itu akan memudahkan mobilitas masyarakat.

Apalagi, infrastruktur jalan tersebut juga berkaitan dengan harga bahan pangan yang ada di wilayah setempat. Sebelumnya, harga barang di Kecamatan Damang Batu disebut cukup tinggi ketimbang daerah lain. Namun dengan adanya jalan beraspal ini, diharapkan harga barang dan bahan pokok bisa lebih terjangkau.

--page

Damai mengatakan, banyak situs budaya dan peninggalan sejarah masyarakat Dayak yang ada di Kecamatan Damang Batu. Sehingga, ketika pembangunan jalan terus berkembang di wilayah setempat, diyakini bisa meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Kecamatan Damang Batu dan tentunya bisa berdampak baik pada perekonomian warga sekitar.

"Kami ucapkan terima kasih pada Bupati Gunung Mas telah memperhatikan infrastruktur di kecamatan Damang Batu yaitu jalan dari Kelurahan Tumbang Miri, Kecamatan Kahayan Hulu Utara menuju Kelurahan Tumbang Marikoi, Kecamatan Damang Batu mengunakan dana APBD melalui proyek multi years," tukas Damai.

"Meski dalam masa pandemi Covid-19, Bupati tetap memperhatikan infrastruktur di Kecamatan Damang Batu, perlahan namun pasti Beliau mewujudkan visi dan misi dalam membangun Kabupaten Gunung Mas yang lebih maju," imbuhnya.

Dia menambahkan, meski belum diaspal, jalan dari Kelurahan Tumbang Marikoi ke Tumbang Mahuroi tidak lagi tanah, melainkan sudah ditimbun dengan sirtu menggunakan dana CSR dari pihak ketiga. (RISKA YULYANA/B-7)