ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Murung Raya (Mura) Rumiadi mengungkapkan dalam setiap kunjungan wakil rakyat ke desa-desa, banyak aspirasi dari masyarakat pedesaan yang berhubungan dengan sektor pendidikan.

Misalnya, peningkatan sarana dan prasarana seperti rumah guru, ruang belajar, penambahan tenaga guru serta peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Hal lainnya yang paling banyak setelah sektor pendidikan adalah infrastruktur jalan dan bidang kesehatan.

“Sektor ini merupakan kebutuhan yang sangat penting di tengah masyarakat,” tegas Rumiadi.

Khususnya bidang pendidikan menjadi permintaan masyarakat tersebut tentu menjadi prioritas dari semua usulan yang di sampaikan masyarakat ke DPRD.

“Termasuk untuk penambahan tenaga guru sudah kita sampaikan terkait adanya moratorium. Namun tentu DPRD akan mendorong pemerintah untuk terus mencari solusi terhadap minimnya jumlah tenaga pengajar,” ujarnya.

Terkait fasilitas pendidikan, Rumiadi mengatakan berbagai usulan tersebut akan diperjuangkan. Sehingga ke depan masyarakat bisa mendapatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sebagai jawaban atas tingginya minat masyarakat untuk bersekolah.

Terkait keberadaan tenaga guru honorer, DPRD meminta kepada pemkab setempat agar dapat memperhatikan kesejahteraan.

Apalagi honornya diambil dari dana BOS (bantuan operasional sekolah) yang nilainya dinilai sangat kecil.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, dengan program 1 miliar 1 desa dari Pemda Mura dan APBN bisa menjadi salah satu solusi terhadap permintaan masyarakat.

“Kalau kita melihat program 1 miliar 1 desa yang dilakukan pemerintah daerah tentu sangat baik, karena dana itu bisa digunakan untuk pembangunan di desa,” terangnya.(PP/B-11)