BORNEONEWS, Palangka Raya – Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kalimantan Tengah dinilai masih belum bisa optimal sepenuhnya, terutama dalam tata kelola air.
Hal itu diakui akademisi Universitas Palangka Raya, Sulmin Gumiri. Menurutnya salah satu kendala dalam tata kelola air tersebut ada di program irigasi.
“Salah satu kendala yang mengakibatkan kurang maksimalnya pelaksanaan program food estate adalah belum tuntasnya pembangunan infrastruktur irigasi yang dikelola oleh Kementerian PUPR,” sebut Gumiri seperti dikutip dari MMC Kalteng, Selasa 7 Juni 2022.
Seperti diketahui penguatan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi food estate oleh Kementerian PUPR dilakukan secara bertahap dimulai pada akhir September 2020.
Kementerian PUPR melaporkan pada tahun anggaran 2020 sampai 2021, telah diselesaikan 2 kegiatan konstruksi di lokasi Eks-PLG Blok A seluas 43.500 ha berupa pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sepanjang 2.195 km
--page
Selanjutnya pembangunan pintu air dan jembatan yang terkontrak pada Mei 2021. Pekerjaan yang dilakukan meliputi 12 unit pintu air, terdiri dari 2 pintu sekunder dan 10 pintu tersier.
Setelah itu serta dukungan 10 unit pompa air yakni 5 pompa berkapasitas 500 liter/detik dan 5 pompa kapasitas 250 liter/detik. Pada tahun ini dianggarkan pengerjaan pembangunan dan rehabilitasi Pintu Air Dir Dadahup tahap 2. (HERMAWAN DP/B-11)



