KABUPATEN Kubu Raya akan menjadi pusat pengolahan beras untuk wilayah Kalimantan Barat (Kalbar). Langkah ini seiring dengan diintegrasikannya Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rasau Jaya dengan rencana pembangunan pusat pengolahan padi di sana.

“Tahun ini kita mendapat bantuan Raice Miling Project yang akan diintegrasikan dengan KTM Rasau Jaya. Dengan adanya RMP ini, kita akan memiliki sentra produksi beras,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kabupaten Kubu Raya, Odang Prasetyo, di Sungai Raya, Selasa (5/1/2015).

Ia menjelaskan, KTM merupakan bantuan dari Kementerian Transmigrasi. Sementara untuk pusat produksi padi dudukung beberapa kementerian terkait dengan bantuan bangunan, mesin penggilingan padi, pengemasan beras, dan peralatan pendukung lainnya untuk sekala besar.

“Tahun 2016 akan mulai dibangun, sehingga nantinya Kubu Raya bisa memaksimalkan potensi pertaniannya dan memproduksi beras. Tidak hanya untuk masyarakat Kubu Raya, tetapi untuk daerah lainnya,” tutur Odang.

Bibit padi unggul

Pemkab Kubu Raya sendiri selama ini terus melakukan peningkatan daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Rasau Jaya, seperti padi dan jagung sebagai komoditi utama. Peningkatan produksi dilakukan dengan mengubah jenis padi lokal menjadi unggul.

“Padi jenis unggul dapat dipanen dalam jangka waktu tiga bulan dengan produksi 5-7 ton hektare. Dengan demikian, produksi padi dapat meningkat hingga lima kali lipat dari biasanya. Dalam jangka satu tahun dapat dilakukan dua kali penanaman padi. Selanjutnya, setelah panen padi, dilakukan penanaman jagung,” kata Odang.

Untuk meningkatkan potensi pertanian di Kubu Raya, juga akan menerapkan penanaman padi dengan Metode Hazton. Ini dikembangkan oleh Dinas Pertanian Provinsi Kalbar bersama Bank Indonesia (BI).

“Dengan adanya dukungan semua pihak, tidak menutup kemungkinan ke depan Kubu Raya bisa menjadi daerah mandiri pangan dan bisa menopang kebutuhan pangan daerah lainnya,” kata Odang.
(ANT/B-1)