BANJARBARU - Ganti rugi lahan untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin diklaim telah dirampungkan. Dengan begitu, proses pembangunan menuju status bandara internasional ini bisa digeber mulai bulan Maret mendatang.
“PT Angkasa Pura I sudah selesai membayar ganti rugi lahan sehingga pembangunan fisik yang menandai pengembangan bisa dimulai Maret 2016,” cetus General Manager Bandara Syamsudin Noor Handy Heryudhitiawan di Banjarbaru, Senin (04/1/2015).
Ia mengatakan, pihaknya sudah siap membayar sisa ganti rugi tanah yang belum dibebaskan dengan dana sebesar Rp20 miliar lebih yang berasal dari PT Angkasa Pura pusat.
Disebutkan, dana puluhan miliar itu merupakan dana tambahan sebesar Rp8,6 miliar membayar 13 bidang yang belum diukur dan membayar fasilitas umum serta fasilitas sosial senilai Rp13,5 miliar.
“Dananya sudah disiapkan PT AP pusat dan kami segera meminta agar dananya dicairkan. Diperkirakan dalam minggu ini dananya cair sehingga bisa dibayarkan,” ucap Handy.
Ia lantas menjelaskan, penawaran lelang dimulai sejak Januari 2016 dan selama 45 hari diperkirakan ada pemenang. Jika tidak ada sanggahan maka fisik bandara bisa mulai dikerjakan.
“Makanya kami berani menyatakan pembangunan fisik bisa dimulai pada triwulan pertama 2016 sekitar bulan Maret karena sudah ada pemenang lelangnya,” ujar dia.
Dikatakan, pengembangan bandara yang terletak di Kota Banjarbaru itu terbagi dua meliputi paket 1 adalah pembangunan terminal dan paket 2 fasilitas pendukung.
“Dana yang diperhitungan untuk membangunan seluruh proyek sebesar Rp2,3 triliun dan pembangunan antara tahap pertama dan kedua dilakukan bisa bersamaan,” kata dia. (Ant/B-12)








