BORNEONEWS, Sampit - Kota Sampit, Kotawaringin Timur, kembali mengalami inflasi atau kenaikan harga pada Mei 2022.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur, Eddy Surahman menjelaskan inflasi di Kota Sampit terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran.
"Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,93 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,73 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,64 persen," bebernya, Rabu, 8 Juni 2022.
Lalu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen, kelompok transportasi sebesar 0,39 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,11 persen.
Kota Sampit mengalami inflasi sebesar 0,94 persen. Atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 113,15 pada April 2022 menjadi 114,21 pada Mei 2022.
--page
Untuk diketahui, ada dua kota di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menjadi acuan IHK yakni, Kota Palangka Raya dan Kota Sampit. Sama halnya dengan Kota Sampit, Kota Palangka Raya juga mengalami inflasi pada Mei 2022, yakni sebesar 0,93 persen.
“Dari 90 kota IHK di Indonesia 87 di antaranya mengalami inflasi, sedangkan sisanya deflasi. Dari sekian banyak kota yang mengalami inflasi tersebut diantaranya adalah Kota Palangka Raya dan Kota Sampit,” kata Eddy. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









