BORNEONEWS, Sampit - Kenaikan harga atau inflasi yang dialami Kota Sampit, Kotawaringin Timur pada Mei 2022 dan salah satunya karena kenaikan harga pada sejumlah ikan air tawar. Seperti ikan nila dan ikan patin.
"Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan indeks harga dan memberikan andil inflasi di Kota Sampit pada Mei 2022," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, Rabu 8 Juni 2022.
Komoditas tersebut di antaranya ikan nila, ikan patin, minyak goreng, cabai rawit, telur ayam ras, bahan bakar rumah tangga, kacang panjang, rokok kretek filter, pemeliharaan dan rokok kretek filter.
Sementara kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga dan budaya serta kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks harga. Sedangkan, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.
Namun ada pula berapa komoditas yang mengalami penurunan indeks harga dan memperlambat laju inflasi, seperti daging ayam ras, bawang putih, beras, minuman ringan, ikan selar, jengkol, rimbang atau tengkokak, apel, susu cair kemasan dan anggur.
--page
Jika dibanding kota lainnya yang mengalami inflasi pada Mei 2022, posisi Kota Sampit masih berada di tengah-tengah. Adapun, Kota dengan tingkat inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 2,24 persen, sedangkan kota dengan inflasi terendah terjadi di Tangerang dan Gunungsitoli sebesar 0,05 persen.
Ia menjelaskan inflasi di Kota Sampit terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Antara lain, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,93 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,73 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,64 persen.
Lalu, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen, kelompok transportasi sebesar 0,39 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,17 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,11 persen. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









