BANJARMASIN - Kenaikan harga (inflasi) pada momen-momen liburan sudah biasa terjadi di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel mencatat, pada akhir bulan Desember terjadi inflasi yang mencapai 1,24%.
Dari hasil penelitian BPS, terdapat 10 komoditas yang menjadi penyumbang dominan terjadinya inflasi. Komoditas-komoditas tersebut antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, martabak, sewa rumah, baju muslim, donat, ikan papuyu dan cabai merah.
“Laju inflasi kumulatif Desember 2015 terhadap Desember 2014 mengalami inflasi 5,14 persen,” ujar Kabid Statistik Distribusi BPS Kalsel Ari Dwi Prasetyo di Banjarbaru, Senin (04/1/2015).
Di waktu yang sama, sambung Ari, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi). Komoditas yang harganya turun dan memberi andil deflasi tinggi yakni kacang panjang, ikan tongkol, udang basah, makanan ringan, perhiasan emas dan bayam.
Sedangkan di Kota Tanjung ibukota Kabupaten Tabalong sekitar 300 kilometer dari Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 0,89 persen dengan laju inflasi kumulatif 6,69 persen.
Komoditas yang naik harganya dengan andil inflasi tertinggi di Kota Tanjung selama Desember 2015 antara lain bawang merah, daging ayam ras dan ikan gabus, juga sayuran.
Sedangkan komoditas penyumbang deflasi tertinggi antara lain kacang panjang, ikan kembung, cabai rawit, emas perhiasan, buncis, seman dan ikan sepat siam. (Ant/B-12)








