PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksanaan program World Class Professor tahun 2022 ini menjadi angin segar bagi para pengajar bergelar profesor, pasalnya untuk tahun ini tidak ada pembatasan kiriman proposal dari para profesor jika ingin mengikuti ajang tersebut.

Hal ini disampaikan Prof Dr dr Dina Keumala Sari saat menjadi salah satu narasumber dalam webinar bertajuk Penguatan Peran Guru Besar dalam Program World Class Professor atau WCP untuk pencapaian Indikator Kinerja Utama USU pada Rabu, 8 Juni 2022. Kegiatan secara daring ini dilaksanakan Universitas Sumatera Utara atau USU melalui Komisi Integrasi dan Moral Civitas Akademika Dewan Guru Besar USU.

"Saat ini posisi USU adalah peringkat 620 dunia, ini sudah naik 88 peringkat dari 708 dunia," kata Prof Dina dalam paparannya.

Dengan kebijakan tidak adanya pembatasan jumlah proposal yang dikirim tahun ini menurut Prof Dina harus dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh para profesor untuk mengirimkan sebanyak-banyaknya proposal.

"Untuk di Indonesia sendiri, USU sekarang berada di Top 6 Indonesia. Tahun lalu dengan alasan pemerataan dalam WCP, pengiriman proposal dibatasi hanya 6 proposal per perguruan tinggi, tahun ini tidak pembatasan," jelasnya.

Jika dengan pembatasan hanya 6 proposal per perguruan tinggi dan USU mampu memenangkan 2 proposal tahun lalu, maka dengan tidak adanya pembatasan tahun ini pihaknya bisa berharap lebih.

"Bukannya kita tidak mau bermimpi tinggi, tetapi paling tidak jika kampus kita tercinta bisa berada pada 500 peringkat dunia atau 300 peringkat dunia itu akan lebih baik lagi," tuturnya.

--page

Sementara itu Profesor Ir Rahmawaty selaku moderator kegiatan menjelaskan bahwa webinar ini dilaksanakan dalam rangka persiapan para profesor pengajar di USU untuk dapat terlibat dalam program WCP tahun ini.

"Pemerintah melalui Kemenristekdikti, yaitu di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya membuat sebuah program yang dinamai World Class Professor. Kegiatan ini memfasilitasi dosen yang telah memiliki hasil penelitian untuk berkolaborasi dengan profesor kelas dunia dalam WCP, baik dari dalam maupun dari luar negeri," kata Prof Rahmawaty dalam pengantarnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)