BORNEONEWS, Tamiang Layang - Hingga akhir Mei 2022, Satlantas Polres Barito Timur mencatat 9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas atau lakalantas.
"Data dari bulan Januari hingga Mei 2022, terjadi lakalantas sebanyak 18 kasus,, dengan rincian 9 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 12 orang lainnya luka ringan," papar Kapolres Barito Timur AKBP Affandi Eka Putra melalui Kanit Gakkum Satlantas, Ipda Ahmad Fauzi, Rabu, 8 Juni 2022.
Terkait itu dia menegaskan, Satlantas Polres Barito Timur tetap berkomitmen untuk terus menurunkan fatalitas akibat lakalantas maupun angka lakalantas.
"Upaya yang kami lakukan terutama sosialisasi kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas) serta menggencarkan tilang yang berpotensi menyebabkan terjadinya lakalantas," jelas Ahmad Fauzi.
Menurutnya kecelakaan dapat timbul karena faktor pengemudi, kendaraan, kondisi jalan maupun faktor cuaca. Karena itu dia mengimbau pengguna kendaraan bermotor agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan berlalu-lintas di jalan raya.
--page
"Kelengkapan dan keamanan pengendara juga harus diperhatikan seperti helm SNI untuk pengguna sepeda motor. Kemudian kondisi rem, lampu ban kendaraan dan lain-lain harus dicek sebelum melakukan perjalanan," pesannya.
"Saat masuk ke lingkungan yang baru dan pengendara belum hafal kondisi jalan juga rawan terjadi lakalantas, karena itu pengendara harus mengurangi kecepatan,' lanjutnya. (BOLE MALO/B-5)









