BORNEONEWS, Palangka Raya - Bencana alam yang kerap kali terjadi di Kalteng seperti halnya banjir ketika curah hujan tinggi, memerlukan langkah dari pemda agar hal itu dapat dicegah atau dikurangi.
Anggota DPRD Kalteng, Bryan Iskandar mengatakan, pemda perlu mempersiapkan atau merancang infrastruktur yang mampu mengantisipasi dan mencegah terjadinya banjir. Tentunya, kata dia, perancangan pembangunan tersebut juga harus disesuaikan dengan RTRWP Kalteng.
"Memang bencana banjir yang terjadi tahun ini tidak separah tahun kemarin, tapi perlu dipahami bahwa bencana ini masih sering terjadi. Informasinya kemarin di daerah DAS Barito. Saya rasa perlu ada infrastruktur yang bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mitigasi bencana banjir di Kalteng di masa datang," tuturnya, Rabu, 8 Juni 2022.
Dirinya menilai, pemulihan kondisi lingkungan khususnya kawasan hutan di daerah rawan banjir pun diharapkan menjadi perhatian serius oleh pemda baik provinsi maupun kabupate atau kota. Mengingat kerusakan lingkungan bisa menjadi salah satu faktor utama terjadinya bencana tersebut.
Selain itu, untuk memaksimalkan upaya mitigasi tidak hanya mengandalkan peran pemerintah saja. Masyarakat pun diharapkan dapat memiliki kesadaran penuh guna untuk menjaga, merawat, serta melestarikan alam di provinsi ini agar segala macam bentuk bencana dapat dicegah atau diminimalisir.
--page
"Bencana itu bisa terjadi karena ulah kita sendiri yang abai menjaga lingkungan kita. Jadi tetaplah mentaati aturan untuk menjaga dan merawat hutan supaya tetap lestari. Jangan sampai dirusak karena itu dapat berdampak bagi kehidupan," tandasnya. (DONNY D/B-7)









