PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di Palangka Raya terjadi pada semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah setempat.

Terkait hal ini, Area Manager Communication dan CSR Pertamina Regional Kalimantan, Susanto August Satria menyebutkan tidak ada pengurangan pasokan untuk BBM Pertalite. Hanya saja permintaan masyarakat melonjak.

"Bulan Mei 2022 Pertamina telah menambah pasokan rata-rata harian BBM jenis Pertalite hingga 65,64 persen. Dari rata-rata harian pada Mei 2021 yang hanya 3.943 KL menjadi 6.531 KL untuk rata-rata harian pada Mei 2022," katanya, Rabu 8 Juni 2022.

Dia menambahkan, pemerintah telah memutuskan Pertalite sebagai produk JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan). Sehingga masyarakat perlu mengetahui jika BBM Pertalite disubsidi oleh pemerintah.

"BBM Pertalite subsidi pemerintah ini harus dipergunakan dan diperuntukan sesuai peruntukannya. Kami himbau masyarakat menggunakan bahan bakar sesuai dengan peruntukannya," ujarnya.

--page

Ia mengajak masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan produk bahan bakar berkualitas minimal RON 92 yakni Pertamax atau Pertamax Turbo agar produk BBM subsidi yakni Pertalite dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang membutuhkan sesuai peruntukannya.

"Selanjutnya kami masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah terkait penyaluran Pertalite pasca ditetapkan sebagai JBKP," pungkasnya. (HENDRI/B-11)