TIGA warga Kecamatan Pematang Karau, Barito Timur menderita suspect Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini mengemuka dari laporan masyarakat yang diterima pihak Puskesmas Bambulung dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Bartim dr Jimi WS didampingi Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Penyakit drh Vonny mengakui pihaknya telah mengantongi informasi tersebut dari puskesmas.

Sebagai upaya tindak lanjut, Dinkes telah menginstruksikan tenaga kesehatan puskesmas  melaksanakan Penyelidikan Epidemologi (PE) kepada tiga pasien tersebut guna memastikan kondisi pasien dan sumber penularan.

“Hingga kini kami belum berani  memastikan tiga orang tersebut positif DBD. Kami harus menjalani sejumlah tes untuk mengetahui kondisi mereka. Kalau memang positif, kami akan segera melaksanakan fogging,” kata Jimi, Selasa (5/1/2016).

Dirinya menjelaskan, penyelidikan epidemologi dilakukan untuk memastikan terlebih dahulu titik awal penyebaran penyakit tersebut. Pasalnya dinas tidak bisa begitu saja melakukan fogging tanpa mengetahui lokasi terjadinya gigitan nyamuk dalam suatu wilayah.

“Penyelidikan juga bertujuan mengetahui apa­kah pasien digigit nyamuk pada saat berada diluar daerah atau tidak. Tidak menutup kemungkinan kasus tersebut terjadi ketika warga bersangkutan tengah berlibur di luar kota,” tandasnya.

Jimmy menambahkan, secara umum penyakit demam berdarah ditandai dengan gejala penurunan trombosit. Untuk itu selama tiga hari kedepan, pihaknya akan memantau perkembangan tiga pasien yang tengah menjalani perawatan di RSUD Jaraga Sasameh Buntok tersebut guna memastikan kondisi kesehatan mereka. (Tbs/B-5)