SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meski menginjak usia 53 tahun, Burhan tetap semangat dan disiplin menjalani rutinitasnya setiap hari sebagai penjaga keamanan di kantor Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

Bahkan dirinya satpam yang tertua dari 4 satpam yang ada di kantor yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Sampit itu, namun soal semangat dan keaktifan dalam bekerja dirinya tidak kalah dengan rekan kerjanya yang masih muda-muda.

Tidak mudah mencapai waktu selama 30 tahun bertugas di kantor Corp Adhyaksa tersebut, banyak pengalaman selama dirinya menjabat, berbagai cerita mistis diungkapkan pria tersebut.

"Kalau sekarang alhamdulillah satpam ada 4 orang jadi enak ada teman ngobrol,  beberapa tahun silam hanya saya sendiri," katanya Kamis, 9 Juni 2022.

Menurutnya mental berani harus ada pada diri seorang Satpam, karena resiko tidak hanya ada dari luar namun juga dari dalam yang sering dialaminya.

--page

Pernah dialaminya, kala itu ada pelimpahan berkas perkara kasus pembunuhan, di mana kata dia tempat tidurnya bersebelahan dengan ruang penyimpanan barang bukti kasus itu.

"Tengah malam terdengar suara rintihan seseorang menangis, saya datang tidak ada apa-apa, saat saya tinggal ada lagi suara tersebut, dalam hati saya mungkin itu rintihan korban kasua itu," ucapnya.

Selain itu dirinya juga menceritakan barang bukti mobil kasus pembunuhan yang dulunya disimpan di areal dalam kantor itu pada malam hari mobil tersebut menyala sendiri.

"Saya datangi mobil itu dan matikan, baru ditinggal berapa langkah hidup lagi, kejadian seperti ini sangat sering saya alami, merinding juga terkadang, namun saya harus berani karena inilah kerjaan saya," ucapnya.

Menurutnya jika diceritakan tidak akan habis pengalaman mistis yang dialami selama bertugas jadi satpam. Namun pahit manis pengalaman itu akan jadi cerita sepanjang hidupnya.

--page

"Pernah juga ada sosok tinggi besar hitam, saat saya mau melewati ruang Kajari, makhluk apa itu saya kurang tahu, namun tidak saya tegur karena tidak mengganggu saya lewati saja, setelah itu hilang sendiri saja," bebernya.

Selama jadi satpam kata dia dirinya sudah 13 dipimpin oleh Kajari, bahkan hubungan hingga kini kita tetap terjalin dengan baik meski mereka sudah berpindah tugas.

Ia juga menyebut ada dua orang mantan Kasi Pidum yang hingga kini berhubungan baik dengannya menjabat sebagai Wakajati dan Direktur di Kejaksaan Agung RI.

"Kalau Wakajati itu sekarang beliau bintang satu, dan direktur itu sudah bintang 2, ke sini beberapa waktu lalu beliau datang langsung mencari saya," ucap Burhan.

Burhan mengaku tetap semangat dan loyal dengan kantor di mana dirinya bekerja saat ini, dan dirinya berharap anak-anak muda saat ini juga bisa demikian disiplin dan semangat di mana ditugaskan.

--page

Anwar Sadat rekan kerjanya mengaku sosok Burhan adalah teladan mereka, karena selain pengalaman kerjanya, dia adalah pegawai yang mereka tuakan di situ.

"Nasehat, arahan beliau selama ini yang banyak memberikan inspirasi bagi kami agar tetap semangat dan disiplin sebagai kunci utama dalam bekerja," ucap Anwar.

Bahkan kata Anwar beberapa waktu lalu Burhan sudah mengikuti Pelatihan Satpam selama 10 hari dan berhasil lulus mengikutinya.

Senada yang diungkapkan Agus yang juga rekan kerjanya, Burhan baginya sosok penyemangat mereka yang masih muda. Jiwa disiplinnya patut diacungi jempol.

"Di usai 53 tahun beliau tetap semangat dan disiplin, mengapa kita yang muda kalah dari beliau yang muda harus lebih semangat dari beliau," tukasnya. (NACO/B-6)