TOTAL kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diprediski akan mencapai puncaknya antara Desember 2015 dan Januari 2016. Hal itu terlihat dari jumlah data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar.

Pada Desember 2015 kasus DBD total 91 kasus. Secara grafik terjadi peningkatan tajam atau meningkat sekitar empat kali lipat dari bulan November yang berjumlah  23 kasus.

Perkiraan puncak DBD antara Desember 2015 sampai Januari 2016 yakni dengan ditandai musim penghujan. Kini, hampir tiap hari, wilayah di Kabupaten Kobar terus diguyur hujan dengan intensitas sedang lebat.

“Kasus DBD atau DHF di Dinas Kesehatan Kobar selama Desember 2015 berjumlah 91 kasus, korbannya didominasi anak-anak,” ungkap Arif Susanto, Kepala Bidang Pengendalalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehetan Kobar, Senin (4/1/2016).

Arif menjelaskan, wilayah penyebaran kasus DBD ini kebanyakan di Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), dan Kecamatan Kumai. Sementara di Kecamatan lain seperti Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, Kotawaringin Lama, dan Arut Utara (Aruta) jumlah kasusnya sedikit, bahkan Aruta sendiri belum ada kasus yang terdeteksi.

“Kalau data lengkap perwilayahnya belum kita susun, cuma yang menjadi wilayah penyebaran paling banyak ini di Kelurahan Madurejo dan Kumai,” terang dia.

Harus proaktif

Bupati Kobar, Bambang Purwanto sudah mengeluarkan surat edaran ke enam kecamatan di Kobar. Isi surat edaran tersebut untuk mengajak seluruh masyarakat menggiatkan sadar lingkungan terlebih dalam pemberantasan sarang nyamuk di wilayah yang endemik DBD.

“Sudah saya perintahkan para camat dan kepala desa melalui surat edaran supaya lebih intens dan aktif melakukan PSN di daerahnya masing-masing,” katanya.

Ia tidak berharap jika kasus DBD ini terus meningkat pada Januari 2016.
(CP/B-7)