CURAH hujan yang tinggi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyebabkan sejumlah kawasan dataran rendah dan daerah aliran sungai, tergenang air. Di antaranya di Kecamatan Kumai, sejumlah desa di Kecamatan Pangkalan Banteng, dan terbaru di Desa Riam dan Panahan Kecamatan Arut Utara (Aruta).
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah penanganan dan antisipasi. Khususnya di daerah-daerah rawan banjir. Wakil Ketua II DPRD Kobar, Ahmadi Riansyah mengatakan, sejumlah desa di Kecamatan Pangkalan Banteng beberapa waktu lalu tergenang banjir cukup dalam.
Di antaranya Desa Amin Jaya, Arga Mulya, dan Desa Karang Mulya. Pemerintah harus segera menerapkan langkah antisipasi dan penanganan banjir sesegera mungkin.
“Baik normalisasi drainase maupun pemeliharaan dan pembuatan saluran pengendali banjir,” ujar Ahmadi Riansyah, di kantornya, Selasa (5/1).
Warga Desa Sungai Pakit, Pangkalan Banteng, Ujang Ruswandi menuturkan, genangan air beberapa hari lalu juga melanda desanya. Meski pada Selasa (5/1) sudah surut, namun beberapa rumah warga di RT 10 di desa tersebut sempat tergenang air cukup dalam. “Di Desa Karang Mulya, juga banjir. Halaman dan pagar rumah warga sampai rusak kena banjir,” ujar Ujang, Selasa (5/1).
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Agus Juwono mengatakan, pihaknya telah melakukan tinjauan di daerah yang dilanda banjir di Kecamatan Pangkalan Banteng. Di salah satu titik, pihaknya mendapati adanya material yang menghambat kelancaran aliran air. “Ada balok kayu cukup besar dan tanaman sawit yang menghambat saluran air,” kata Agus Yuwono, Selasa (5/1).
Pihaknya akan segera bekoordinasi dengan instansi yang menangani jalan tersebut, guna melakukan penanganan dan normalisasi saluran air. “Daerah yang sudah kita normalisasi sebelumnya, seperti Desa Sungai Hijau tahun ini tidak terjadi banjir.”
(RD/B-7)


