BORNEONEWS, Palangka Raya - Belanja online saat ini telah menjadi trend di kalangan seluruh masyarakat. Entah itu membeli barang, makanan, sampai kebutuhan pribadi bisa dibeli secara online.
Namun, sebaiknya hati-hati saat membuang bungkus paket yang telah diterima supaya data pribadi tidak bocor. Pasalnya, bisa saja data itu digunakan seseorang untuk mengajukan pinjaman online dan perbuatan lain yang dapat merugikan pemilik data.
"Secara tidak sadar kita telah memberikan data informasi tentang diri kita di sana yang bisa menjadikan peluang kejahatan dengan menggunakan data pribadi tersebut," kata Plt Kadis Kominfo Palangka Raya, Fifi Arfina, Kamis, 9 Juni 2022.
Adapun penanganan yang benar terhadap bungkus paket adalah masyarakat bisa mencoret terlebih dahulu data pribadi pada bungkus paket ataupun menggunting data pribadi sebelum di buang ke bak sampah.
Namun untuk memastikan bahwa data diri dalam bungkus tersebut tidak dapat disalahgunakan, masyarakat juga bisa membakar kertas tersebut di tempat yang aman dan jauh dari benda mudah terbakar.
--page
"Kejahatan siber atau digital ini beragam ya, sehingga untuk data diri masyarakat masing-masing bisa dijaga dengan baik dan sehingga mencegah terjadinya kebocoran data," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









