PASAR Kereng Pangi sekitar 15 Km dari kota Kasongan arah Sampit selama ini merupakan urat nadi bagi warga, terutama bagian tengah dan hilir Kabupaten Katingan.
Setiap hari mulai subuh, pagi, siang, sore dan malam hari, Pasar Kasongan ini selalu dipadati warga yang ingin berbelanja.
Segala jenis kebutuhan warga mulai dari sembako, pakaian, alat dapur, perhiasan emas hingga peralatan mesin semuanya ada di Pasar Kereng Pangi.
Bahkan setiap tanggal muda ada ratusan buruh perkebunan sawit setiap harinya ramai mendatangi pasar ini.
Dibanding Pasar Kasongan, Pasar Kereng Pangi jauh lebih maju dan ramai. Menurut Anuar, seorang warga, Pasar Kereng Pangi ini dulunya terkenal Texasnya Provinsi Kalimantan Tengah.
“Pasar Kereng Pangi ini sudah dikenal sejak zaman orde baru,” kata Anuar, Senin (4/1/2016). Saat itu di sekitar pasar ini ramai warga menambang emas ilegal.
Selain dari wilayah Kalimantan, ribuan penambang juga berasal dari daerah di Indonesia seperti Jawa. “Lalu lambat laun penambang emas pergi kembali ke tempat asal seiring dengan penghasilan menambangnya yang turun dan maraknya razia waktu itu,” katanya.
Meski penambang liar sudah bisa dikatakan sepi, tapi kondisi Pasar Kereng Pangi tetap ramai, bahkan lebih ramai dibanding sebelumnya.
Juandi, warga UPT Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan mengaku hampir setiap hari pergi ke Pasar Kereng Pangi untuk belanja. (GP/B-6)


