BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong peningkatan upaya pengamatan yang sistematis atau surveilans terkait tuberkulosis.
“Kita harus mempersiapkan strategi surveilans TB di tengah peralihan pandemi Covid-19 menjadi endemi yang lebih kondusif agar progress yang sudah kita buat dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” kata Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul.
Data menunjukan sejak awal tahun hingga Mei 2022, Case Detection Rate (CDR) tuberkulosis Kalteng masih bertahan di angka 10 persen.
Angka tersebut dinilai cukup rendah karena jika ingin berprogres secara linier, CDR pada semester 1 tahun 2022 harus lebih dari 20 persen, sehingga perlu ditingkatkan upaya terkait surveilans terutama pencatatan dan pelaporan yang real time.
Sedangkan pasien Tuberkulosis Resisten Obat (RO) di Kalteng per 5 Juni 2022 ditemukan 20 pasien, namun yang memasuki tahap pengobatan hanya 16 pasien.
--page
“Hal itu karena fasilitas pengobatan TB RO di Kalimantan Tengah masih terkonsentrasi di Palangka Raya dan Pangkalan Bun, sementara fasilitas Tes Cepat Molekuler (TCM) sudah tersedia di seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah,” katanya. (HERMAWAN DP/B-11)









