BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengklaim pencapaian untuk indikator utama program tuberkulosis tunjukan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Pencapaian indikator utama program tuberkulosis di 2021 sudah menunjukkan peningkatan dibanding masa awal pandemi 2020 dan harus lebih baik lagi di 2022,” kata Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul saat kegiatan monitoring dan evaluasi Laboratorium Mikroskopis.
Salah satu komponen utama dalam mendukung capaian program tuberkulosis adalah sarana pemeriksaan laboratorium.
Hal ini berdasarkan Surat Edaran Dirjen P2P No. 936 tahun 2021 tentang Perubahan Alur dan Pengobatan Tuberkulosis Tes Cepat Molekuler (TCM) yang menjadikan sebagai alat diagnostik utama.
Kalteng tercatat memiliki 20 alat TCM yang tersebar di seluruh RSUD kabupaten/kota sebanyak 14 buah dan di RSUD Doris Sylvanus sebanyak satu buah.
--page
Kemudian ada peningkatan lima alat tambahan TCM yang beroperasional di puskesmas yaitu di Palangka Raya sebanyak satu alat TCM.
Kemudian Kabupaten Kapuas sebanyak satu alat TCM, Kotawaringin Barat sebanyak satu alat TCM dan Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak dua alat TCM. (HERMAWAN DP/B-11)









