PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Call Center 112 yang dikelola Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya semakin dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan nomor ini sudah menjadi andalan warga jika membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.

Layanan cepat Call 112 merupakan terobosan yang diresmikan sejak 2021. Layanan cepat itu disiapkan untuk menerima aduan kegawatdaruratan. Seperti permintaan ambulance, penanganan kebakaran, kecelakaan, kejadian tindak kriminal, penanganan pohon tumbang dan penanganan kegawatdaruratan lainnya.

"Layanan seperti inilah yang saat ini sangat diharapkan masyarakat karena cepat, aktif 24 jam dan semua pelayanannya gratis," kata Sekda Palangka Raya Hera Nugrahayu saat memimpin rapat kolaborasi 112 Fairid-Umi Siaga di kantor DPKP, Kamis 9 Juni 2022.

Atas nama pemerintah, Hera menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur perangkat kerja yang terkait dalam layanan di nomor tersebut. Diketahui ada 16 OPD yang aktif untuk memberikan pertolongan sesuai kebutuhan masyarakat.

SOPD yang bergabung di antaranya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), RSUD Kalampangan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Polresta dan Kodim.

Selanjutnya, unsur dari kecamatan yakni layanan ambulans Kecamatan Pahandut, Jekan Raya hingga Dinkes Pustu Ambulans. Kemudian ada juga dari Dinas Perkim, Rescue Damkar, Mako Damkar, Posko Damkar Tangkiling dan Comand Center.

--page

Sementara itu, Kepala DPKP Palangka Raya Gloriana meminta masyarakat tidak ragu-ragu menghubungi nomor bebas pulsa tersebut jika membutuhkan bantuan. Layanan ini diberikan secara gratis bagi warga Kota Cantik.

"Apapun bisa ditangani tim ini, misalnya penanganan pohon tumbang maupun rawan tumbang, layanan ambulans, pengamanan binatang liar, kebakaran dan lain-lainnya," jelasnya.

Dia menambahkan, Call Center 112 disediakan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pertolongan. Layanan ini juga hadir sebagai implementasi visi-misi Wali Kota dan Wakilnya agar kota setempat mampu menjadi Smart City. (HENDRI/B-6)