MASYARAKAT Kapu­as Murung, Da­dahup, dan Man­tangai resah­ karena jalan poros yang meng­hubungkan ketiga keca­mat­an itu rusak parah.

Rusaknya jalan ini akibat ra­tusan truk pengangkut buah kelapa sawit, angkutan kayu galam, dan kayu halaban yang diduga melebihi kapasitas.

“Hampir setiap malam de­ngan leluasa mobil besar me­lewati jalan kami, apalagi­ saat ini musim hujan sehi­ng­ga turut memperparah kondisi jalan,” ucap Nurhidayah­ warga Kapuas yang bekerja di Dadahup, Selasa (5/1/2016).

Bahkan ibu yang pulang per­gi Kapuas-Dadahup ini mengaku sudah bebe­rapa kali terperosok dan jatuh, se­hingga harus dirawat di ru­mah sakit.

“Ruas yang rusak mulai Desa Palinget, Bunga Mawar, Mampai, Dadahup hingga Alas­ka,” ucapya lagi.

Kepala Desa Mampai, Atik menyebut akibat rusaknya jalan ini mengakibatkan banyak kendaraan roda empat ter­jebak amblas.

Sehingga terjadi pungutan yang dilakukan masyarakat se­bagai upah membantu me­loloskan mobil yang terperosok dalam kubangan.

Dikatakan, akibat rusaknya jalan ini, sehingga sering mobil ambulace yang membawa pasien rujukan Puskesmas Dadahup tertahan.

Dia mengharapkan kepada Pemkab Kapuas untuk sesege­ra memperbaiki jalan ini se­hingga masyarakat bisa me­lakukan aktivitas dengan aman dan nyaman.

“Kami sangat mengharapkan agar dinas PU kabupaten dan provinsi tidak hanya me­lakukan pengawasan, tapi tin­dakan nyata.”

“Sehingga aktifitas angkut­an yang melebihi tonase jalan sekaligus perbaikan jalan agar masyarakat kami dapat menikmati jalan yang nyaman dan aman serta dapat bertahan lama,” harapnya.
(B-6)