TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah atau LPPD Kabupaten Barito Timur menggelar pelatihan teknisi operator sound system di GKE Palanungkai Tamiang Layang, Jumat, 10 Juni 2022.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 operator sound system dari berbagai denominasi gereja maupun instansi pemerintah dan swasta, dengan pelatih Jacob Soesilo dari Sound System School Jakarta.

Ketua LPPD Barito Timur Barnusa, saat diwawancarai mengatakan, kegiatan yang merupakan program kerja LPPD tersebut dilaksanakan berdasarkan keluhan-keluhan yang disampaikan jemaat maupun pendeta terkait kualitas suara dari sound system saat ibadah berlangsung.

"Bahwa suara yang terdengar tidak bersih atau tidak terdengar dengan baik dari sisi penyampai maupun sebagai pendengar," ujarnya.

Masalah tersebut, lanjut dia, sering kali terjadi karena ketidakpahaman penanggung jawab sound system tentang pengelolaan alat tersebut sehingga mengakibatkan suasana ibadah terganggu.

--page

"Hal ini juga kami sampaikan ke Bapak Bupati Barito Timur dan beliau sangat mendukung sekali, itu sebabnya kami berani melaksanakan kegiatan ini meskipun dalam waktu yang singkat dengan mendatangkan tenaga ahli dari Sound System School Jakarta," kata Barnusa.

Dia berharap, dengan pelatihan tersebut ke depan setiap gereja memiliki tenaga terlatih yang bertanggung jawab penuh atas sound system dan mempunyai kemampuan dalam pengelolaan sound system.

"Bukan hanya tentang pengaturan audio namun penanggung jawab sound system dapat merawat sound system dengan baik sehingga sound system yang ada di setiap gereja atau instansi pemerintah maupun swasta dapat terawat dengan baik dan memiliki usia pakai yang panjang," jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PMDSos ini juga berharap kegiatan tersebut membuka wacana dan wawasan kreativitas dalam pengelolaan sound system, serta peserta pelatihan kelak dapat menularkan ilmu yang diperolehnya kepada penanggung jawab sound system lainnya di gereja-gereja yang tidak dapat mengikuti pelatihan tersebut.

"Tidak mesti harus memiliki alat yang mahal namun jika kita dapat menggunakan dengan baik maka akan menghasilkan suara yang baik," lanjut Barnusa sambil melontarkan rencana pelaksanaan pelatihan untuk pemain musik gereja ada tahun-tahun berikut.

Pelatihan teknisi operator sound system dilaksanakan sehari penuh yang dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama berisi pelatihan operator sound system dan sesi kedua pada malam hari berisi pelatihan recording atau rekaman. (BOLE MALO/B-5)