JATI diri pencuri uang senilai Rp20 juta berhasil ditemukan korbannya. Dia adalah seorang perempuan yang beraksi di tengah suasana panik saat kebakaran melanda enam rumah di Gang Sesepat dan Gang Gusti M Saad RT 15, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (4/1/2015).
“Kemarin (pada hari kejadian) saya bersama keluarga, selain melapor ke polisi, kami juga melakukan pencarian terhadap perempuan misterius tersebut,” ujar Hamdi Asy’ari (63 tahun), suami Marni (60) yang kehilangan kaleng berisi uang sekitar Rp20 juta, sebuah ponsel, dan tas berisi lembaran-lembaran sertifikat tanah.
Marni masih sangat ingat raut wajah perempuan yang pura-pura menawarkan bantuan untuk menyelamatkan kaleng dan tas itu. Setelah berputar-putar bersama keluarnya, akhirnya dia menemukan orang jahil itu di sekitar Kelurahan Mendawai, namanya berinisial Em.
“Awalnya, saat ditanyakan, ia tidak mengaku. Namun, setelah didesak, Em kemudian menyerahkan kaleng berisi uang itu,” jelas Hamdi.
Tetapi, uang itu hanya ada Rp 1 juta. Em juga bersikeras bahwa itulah mjumlah yang dia dapatkan dari kaleng tersebut.
‘’Padahal saya ingat betul jumlah uang di dalam kaleng Rp 20 juta. Saya mengikat lembaran uangnya dengan karet,” kata Hamidi.
Masih kekeluargaan
Sampai kemarin Hamidi masih melakukan pendekatan kekeluargaan agar uang miliknya dikembalikan semua.
“Bila Em bersikeras, maka besok (hari ini) kami akan menyerahkan masalahnya ke polisi untuk diusut secara hukum,” pungkas mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia 9PWI) Kobar periode 1999-2002 itu.
Sementara itu, Polres Kobar akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP di lokasi kebakaran tersebut, Rabu (6/2016). ‘’Para saksi belum kami periksa, tetapi kami sudah mengumpulkan berbagai data dari masyarakat sekitar TKP saat peristiwa kebakaran terjadi,” kata Kapolres AKBP Heska Widodo melalui Kasat Reskrim Januar Kencana, kemarin. (B-1)
Duka masih Menyelimuti Korban Kebakaran
SEHARI setelah musibah kebakaran yang menghanguskan enam rumah di Gang Sesepat dan Gang Gusti M Saad RT 15, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (5/1/2016), suasana duka masih kental terasa. Apalagi tiga rumah di antaranya, yakni milik keluarga Hadijah Khairiyah, Haeman, dan Sadikin tampak rata dengan tanah.
Kebakaran di pemukiman padat penduduk belakang Jalan Pangeran Antasari, pusat keramaian Pangkalan Bun, ibukota Kobar, itu juga sempat menjilat dua rumah lainnya.
Namun, api hanya melalap bagian dinding dan atap rumah yang terletak di permukiman yang berada di kawasan bawah Istana Kuning tersebut.
Rumah Sadikin yang terbuat dari kayu ulin dan terlihat masih baru saat ini sudah tidak layak huni. Kondisinya sudah menjadi arang yang berhamburan di sekitar area kebakaran yang dikeliling garis polisi (policeline).
Hal serupa juga terlihat di tiga rumah lainnya, yaitu milik pasangan Hemen-Sunami, Sarmilah, dan Gusti Masarif dan Nur Abidin.
Kemarin sore, Hadijah Khairiyah bersama anggota keluarganya tampak membersihkan sisa kebakaran. Menggunakan sapu, palu dan linggis, mereka mengambil material kayu yang masih utuh pada bagian lantai.
Khadijah berbisik kepada Borneonews bahwa seluruh harta bendanya habis dan sulit menghitung nilainya. “Kada (tidak) sempat lagi mengeluarkan barang-barang, habis semuanya,” ujarnya pelan sambil terus menyapu lantai di puing rumahnya. (KK/B-1)


