BORNEONEWS, Palangka Raya - Tepat di depan sebuah Sekolah Dasar di Mangkatip ini terdapat sebuah pohon Johar yang dikeramatkan warga.
Seperti dikutip dari Folks Of Dayak, komunitas anak-anak muda pemerhati dan pelestari budaya adat Dayak, pohon ini dahulu pernah ditebang dan secara ajaibnya keesokan hari pohon ini kembali berdiri tegak.
Kemudian sang penebang pohon ini diberi mimpi bahwa pohon ini adalah sebuah perkampungan atau rumah tinggal para mahluk Bunian atau makhluk halus.
Ia diberi pesan agar pohon ini jangan diganggu atau ditebang. Dahulu ada dua buah pohon keramat, selain pohon ini ada juga yang terdapat di dekat Sungai, ada yang mengatakan pohon itu tumbang.
Namun menurut cerita salah satu tetua kampung, pohon itu ditebang oleh para misionaris zending. Namun setelah ia menebang pohon itu, isterinya meninggal dunia maka itulah pohon yang satunya tidak jadi ditebang.
--page
Konon antara kedua pohon ini secara gaib ada sebuah jembatan tak kasat mata yang menghubungkan dua buah kampung gaib. Pohon yang ada ini kemudian dikeramatkan dan diberi kain kuning.
Tidak sedikit yang berhajat atau meminta sesuatu kepada penghuni pohon keramat ini. Berikut ini salah satu kesaksian ineh maleh, mengenai pohon keramat ini.
"Apa yang diceritakan Masyarakat di sana benar adanya. Aku juga pernah kesana dan banyak mendengar cerita serta melihat sendiri. Gara-gara mengucapkan sesuatu yang tidak perlu diucapkan dekat pohon itu sampai muntah darah. Terakhir saya kesana waktu ngelayat Adik sepupunya ibu saya tahun 2013. Hari ini saya liat masih utuh cuman agak rimbun. Semoga tempat sakral seperti itu masih terjaga karena merupakan suatu sejarah asal usul peninggalan Leluhur," katanya. (TESTI PRISCILLA/B-11)









