CURAH hujan dengan intensitas cukup tinggi di Kabupaten Lamandau mengakibatkan beberapa sungai besar meluap. Akibatnya, sejumlah titik di kecamatan yang berada di daerah aliran sungai (DAS) mulai tergenang banjir.
Meluapnya sungai induk yakni Sungai Lamandau, Sungai Bulik dan Sungai Belantikan menjadi pemicu terendamnya sejumlah rumah penduduk di tiga kecamatan.
Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir menggenangi pemukiman warga sejak tiga hari terakhir..
Pertama di Desa Sungai Tuat, Kecamatan Lamandau akibat meluapnya sungai Lamandau, kemudian wilayah trans UPT Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya dampak luapan air sungai Belantikan Raya dan di Desa Nanga Palikodan, Kecamatan Bulik Timur yang terendam karena luapan Sungai Bulik.
Kepala BPBD, Siwer S Andai mengatakan, di Desa Sungai Tuat ada empat rumah warga yang sejak Minggu (3/1) lalu hingga kemarin (Selasa (5/1) masih terendam. Adapun ketinggian airnya berkisar antara 1,5 sampai 2 meter.
“Di wilayah Trans UPT Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, ada enam rumah yang tergenang air. Delapan rumah lantainya tergenang dan dua rumah lainnya terendam dengan ketinggian air mencapai meter meter,” sebutnya.
Sedangkan di Desa Nanga Palikodan, Kecamatan Bulik Timur, belum diperoleh data pasti terkait jumlah rumah warga yang terendam banjir.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa hingga saat ini. Tetapi beberapa hewan ternak warga menjadi korban karena tidak sempat terselamatkan.
BPBD telah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan bantuan berupa bufferstock serta memberikan pertolongan jika ada warga yang ingin diungsikan sementara. Karena infonya, banyak warga yang bertahan di rumahnya.(B-11)


