BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Saat ini Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kotawaringin Barat (Kobar) masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembobolan rekening nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menimpa dr. Binsar Parhusip beberapa hari lalu.
Kasat Reskrim Polres Kobar AKP Rendra Aditua Dhani, Sabtu, 11 Juni 2022 menjelaskan terkait penyelidikan tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak BRI untuk menelusuri kemana saja aliran dana milik korban dipindahkan oleh orang yang melakukan penipuan terhadap Dokter yang bertugas di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tersebut.
"Tentunya keterlibatan pihak BRI untuk bekerjasama dengan kami sangat penting dalam hal menelusuri aliran dana tersebut. Karena untuk mengakses data tersebut merupakan wewenang pihak bank," jelas Kasat Reskrim.
Kasat Reskrim mengatakan berdasarkan informasi pihak bank, mereka sudah berkoordinasi dengan BRI pusat terkait hal tersebut.
"Harapannya hal ini juga bisa ditindaklanjuti pihak pusat, agar penyelidikan yang kami lakukan bisa terus berlanjut," jelas Kasat Reskrim.
--page
Penipuan yang menimpa korban dr. Binsar Parhusip tersebut terjadi saat korban sedang menjalankan tugas di RSUD Senin, 6 Juni 2022 sore.
Saat itu ia mendapat telpon dari seseorang dengan nomor +1 (626)988-1396 yang tidak dikenalnya. Orang tersebut mengaku dari BRI pusat menawarkan perubahan biaya transaksi transfer dari Rp 6.500 per transaksi menjadi Rp 150.000 perbulan.
Walaupun korban mengatakan tidak bersedia mengubah teknis biaya transfer tersebut menjadi perbulan, tapi tetap saja orang yang menghubunginya.
Kemudian orang di telepon tersebut mengatakan bahwa ia memastikan saya untuk tetap pada biaya transfer lama yaitu Rp 6.500 dan meminta saya mengcopy link yang dikirimkan. Korban kemudian mengcopy link tersebut dan mengirim via WA pada nomor telepon WA yang menghubungi dirinya.
Karena itulah, korban tidak sadar dirinya telah memberikan data rekeningnya pada ke WA itu . Orang tersebut juga mengatakan bahwa korban adalah pemakai transfer paling aktif dan mungkin akan dapat hadiah.
--page
Beberapa menit kemudian, saat sedang menjalankantugasnya di RSUD tiba-tiba muncul notifikasi transaksi pada sms banking BRI. Seketika korban sadar bahwa dirinya telah ditipu serta cepat-cepat menghubungi call center BRI. Korban menyampaikan banwa ada 4 ATM miliknya yang harus diblokir karena ia sadar menjadi korban penipuan.
Walau demikian, korban juga merasa call center BRI begitu lambat dan selama dirinya melapor melalui call center BRI, transaksi pengurasan rekening miliknya sudah berlangsung.
Penipu yang menghubungi korban tadi ternyata sudah menguras uang pada rekeningnya dengan nominal Rp 274.756.500. (WAHYU KRIDA/B-5)









