Sebanyak 88 buah bangunan, terdiri dari rumah dan kios, milik 119 kepala keluarga (KK) dan dihuni 385 jiwa, menjadi arang. Ini terjadi dalam sebuah kebakaran besar di komplek permukiman padat Pasar Kelurahan Palingkau Lama RT 3, 4, dan 5, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (5/1/2015) dini hari sekitar pukul 00.45 Wib.
“Apinya sangat besar, membuat kaki saya bergetar dan tidak bisa berjalan. Saya dibuat trauma. Harta yang terselamatkan hanya pakian dan celana yang nempel di badan,” kata Hair (35 tahun), yang rumah dan Kios Elektronik Mona miliknya ikut musnah terbakar.
Menyeberang jalan
Masyarakat yang bermukim di pasar tersebut sebagian besar menjadikan bagian depan rumahnya sebagai kios. Berbagai usaha bercampur baur, mulai pedagang sembako, ikan basah, pakaian jadi, elektronik, hingga mesin kelotok.
Api dengan cepat berkobar dan langsung membesar. Si jago merah dengan perkasa melalap banggunan rumah dan kios yang berderet rapat serta 90% terbuat dari bahan kayu.
Api pun dengan cepat menyeberang jalan ke deretan rumah dan kios lainnya. Sehingga, sebagian besar pasar yang menjadi urat nadi perdagangan di Kuala Kapuas, ibukota Kapuas, tersebut tak luput dari jilatan api. Dan, kejadian pada malam itu bagaikan lautan api. (B-1)
Aksi Pemadaman yang Menegangkan
Puluhan armada pemadam kebakaran terjun ke lokasi. Namun, tak kalah me-negangkan, mereka mengalami kesulitan mengambil air di ujung dermaga, karena api terlebih dahulu mengurung akses jalan.
Akibat kerasnya tiupan angin, dermaga kelotok yang berada di tepi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas tak luput dari amukan api. Hampir semua masyarakat tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Sebuah motor roda dua pun tak sempat diselamatkan, sehingga menjadi rangka setelah dilumat api.
Sebanyak 20 morang santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amin Kapuas, di-kerahkan pimpinannya, Sugeng Sukrianto, untuk membantu pemadaman. Dengan susah payah dan atas bantuan dari segala komponen, api baru dapat dipadamkan dalam waktu tiga jam.
Kapolsek Kapuas Murung, Iptu Juhri Muhammad,mengatakan, dugaan sementara api berasal dari tengah pasar, yakni antara kios milik Dina penjual bakso, Rudi penjual boneka dan mainan, atau Hery pemilik salon. “Itu menurut saksi. Namun, belum bisa dipastikan persisnya,” katanya
Rahmat, anggota Balakar 545 Kapuas, menyebut kebakaran itu lebih besar dibanding kebakaran-kebakaran lain di Kapuas dalam kurun setahun terakhir. Mungkin, musibah kali ini setara dengan kebakaran pada awal 2012 yang meluluhlantakkan ratusan kios di Pasar Induk Kuala Kapuas.
(SRI/B-1)


