PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya investasi bodong berkedok uang digital membuat Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriaty Lambung angkat suara. Menurutnya, masyarakat lebih baik berinvestasi pada industri produktif.

"Kita tidak bisa melarang masyarakat berinvestasi karena memang ada keuntungan tersendiri dalam berinvestasi, bahasanya, uang yang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk mendapatkan uang. Tapi saya sarankan jika masyarakat memang ingin berinvestasi, pilihlah investasi yang bersifat industri atau produktif," kata Nenie pada Minggu, 12 Juni 2022.

Terlebih Pemerintah Kota atau Pemko Palangka Raya saat ini tengah menggiatkan pengembangan sektor ekonomi riil.

"Sektor produktif itu seperti pertanian, industri rumahan, ekonomi kerakyatan, perikanan, perkebunan dan sebagainya. Nah bisa berinvestasi di situ," tutur Politisi PDI Perjuangan ini lagi.

Menurut Nenie, masyarakat harus bijak dalam menyikapi setiap fenomena yang sedang terjadi, terlebih yang kaitannya dengan ekonomi.

"Kita mengingatkan masyarakat saja untuk mewaspadai hal tersebut, karena sudah banyak korbannya. Kita harus waspada agar tidak mudah terjebak kemudahan dan keuntungan berlipat yang ditawarkan investasi tersebut," tutur Politisi PDI Perjuangan ini lagi.

--page

Nenie memandang bahwa investasi yang berupa saham tidaklah mendidik masyarakat menjadi produktif serta tidak memiliki nilai tambah.

"Sebab investasi itu bersifat spekulatif dan tidak berpengaruh positif terhadap perubahan iklim ekonomi secara luas," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)