BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu khasanah magis Dayak yang bersifat negatif adalah minyak guti atau minyak kutu.
Seperti dikutip dari Folks Of Dayak, komunitas anak-anak muda pemerhati dan pelestari budaya adat Dayak, minyak ini digunakan untuk menyerang atau mengguna-gunai orang yang tidak disukai.
Menurut Cakra Wirawan Emil Bangkan, salah seorang penggagas Folks Of Dayak, minyak kutu biasanya ditujukan kepada orang yang telah mempermalukan secara tidak hormat atau wanita yang merebut pasangan orang lain, dan lain sebagainya.
Dalam bahasa Dayak Tunjung Benuaq disebut "Tolaakng toyaatn" bermakna bambu yang bocor karena mengakibatkan pendarahan pada alat vital terus menerus.
Orang yang terkena guna-guna ini konon kemaluannya akan dipenuhi oleh kutu-kutu yang banyak dan menyebabkan pendarahan. Jika ia membersihkan dan menggunakan obat pembasmi kutu dan mencukur rambut kemaluannya, keesokan harinya kutu-kutu tetap akan muncul lagi di sekitar kemaluannya.
Jika tidak segera diobati oleh orang yang pandai, maka jika saat kutu kutu tadi masuk dan menancap ke dalam kulit orang tersebut, dapat dipastikan orang tersebut akan meninggal. (TESTI PRISCILLA/B-11)









