MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Dalam rangkaian Hari Jadi ke 72 Kabupaten Barito Utara (Barut), Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) menggelar kegiatan lomba lagu daerah.

Kepala Disbudparopra Barito Utara, Annisa Cahyawati, Senin 13 Juni 2022 di Muara Teweh mengatakan rangkaian memperingati Hari Jadi ke 72 akan menyelenggarakan lomba vokal solo lagu daerah dan lomba solo vokal karungut dongkoi.

“Tujuan dari lomba vokal solo lagu daerah dan lomba solo vokal karungut dongkoi untuk meningkatkan rasa cinta pada kearifan lokal melalui lomba lagu daerah Barito Utara dan juga dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke 72 Kabupaten Barito Utara,” katanya.

Dikatakannya, untuk pendaftaran ditutup pada 21 Juni 2022, technical meeting pada 22 Juni dan pelaksanaan lomba dilaksanakan pada 24 Juni 2022.

Lomba vokal solo lagu daerah dilaksanakan secara perorangan dengan kategori putra dan putri, peserta dibuka untuk pelajar dan mahasiswa serta peserta dari umum dengan umur maksimal 30 tahun. 

--page

Ada 4 lagu yang dipersiapkan panitia lomba, para peserta membawakan salah satu lagu diantaranya pertama Kalimantan Tengah, Bhinika Tunggal Ika, kedua, Peteh Bahalap Huang Pancasila, lagu ketiga Huma Betang (old/new version) dan lagu ke empat Jantur Doyam.

“Para peserta juga diperkenankan untuk membawakan lagu pilihan dari empat lagu yang dipersiapkan panitia tersebut yang bisa ditranslate ke dalam bahasa Dayak Kabupaten Barito Utara lainnya seperti Tewoyan, Bakumpai, Bayan dan lainnya,” katanya.

Hal ini agar muncul khasanah bahasa daerah Barito Utara pada lomba ini. Misal lagu Huma Betang liriknya ditranslate ke bahasa Dayak Tewoyan atau lagu Jantur Doyam liriknya ditranslate ke dalam bahasa Malang.

Begitu juga jelasnya dengan lomba solo vokal karungut dongkoi. Para peserta membawakan lagu wajib berupa karungut (dengan musik/iringan) dan lagu pilihan berupa dongkoi (acapella atau tanpa iringan).

“Untuk lagu karungat minimal 4 bait dan maksimal 6 bait sedangkan dongkoi minimal 3 bait maksimal 5 bait. Ketika melantunkan karungut peserta bisa diiringi Minus One, alat musik minimalis seperti kecapi dan lainnya, sedangkan ketika melantunkan dongkoi peserta tanpa alat musik,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)