BORNEONEWS, Sampit - Syahminin (61), hanya bisa memandang sedih puing-puing rumahnya yang turut terbakar saat kebakaran hebat melanda gudang kelontongan di Jalan Kopi Selatan, Sampit, Kotawaringin Timur, Minggu 13 Juni 2022.
Syahminin mengaku hanya sempat menyelamatkan televisi dan lemari. Sementara lainnya turut terbakar dalam kejadian itu.
"Api begitu cepat membesar. Tak sempat lagi menyelamatkan yang lain," ucapnya kepada borneonews.co.id, Senin 13 Juni 2022.
Minin, sapaan akrabnya mengaku tak tahu pasti asal muasal api. Namun menurutnya api di bangunan rumahnya bersamaan dengan api yang juga membesar di dalam gudang.
"Saya tidak bisa memastikan, tapi sepertinya berbarengan," katanya. Tak hanya harta benda, dokumen-dokumen penting lainnya juga turut terbakar.
--page
Akibat kebakaran itu, Minin kini tak memiliki tempat tinggal. Dia terpaksa menumpang ke tempat anaknya.
Syahminin juga menderita kerugian cukup besar. Ia menghitung kerugian sebesar Rp 200 juta akibat terbakarnya rumah semi permanennya itu.
Kini ia hanya bisa pasrah, dan berharap ada pihak dan kerabat yang menaruh iba untuk meringankan beban akibat kebakaran yang mengenai rumahnya tersebut. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









