BUPATI Seruyan Sudarsono menekankan kepada direktur rumah sakit agar dapat membenahi segala kekurangan yang ada.
Hal tersebut disampaikan Sudarsono saat melantik tiga pejabat Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Daerah (Setda) Seruyan dan dua pejabat Direktur RSUD, di aula Bappeda, Rabu (6/1).
“RSUD Hanau oleh direkturnya yang baru harus membenahi segala kekurangan yang ada. Kita mengakui bahwa kita kekurangan tenaga dokter, baik dokter umum dan terlebih lagi dokter spesialis,” kata Sudarsono.
Menurut dia, direktur punya peran penting untuk mengatur orang-orang di dalamnya yang memiliki kepentingan masing-masing.
Tetapi, lanjut Sudarsono, masyarakat mempunyai rasa untuk menilai keberhasilan para direktur ini, dan yang paling dirasakan adalah pelayanan.
“Tidak ada lagi pasien terlantar ketika dibawa ke rumah sakit, tidak ada lagi dokter yang tidak stand by di rumah sakit walaupun kita sadar sekali lagi kuantitas dokter kita sangat kurang, terlebih di Kecamatan Hanau,” tegasnya.
Sudarsono menambahkan, rumah sakit sebesar itu beberapa waktu lalu sempat tidak ada dokter.
Bahkan, sampai-sampai dirinya memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk menurunkan tenaga dokter yang berada di Desa Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu untuk sementara waktu.
“Karena di Tumbang Manjul dokternya ada dua, dan pada saat itu satu dokter izin dan satunya lagi sakit,” katanya seraya menyambung,
Sementara itu, Direktur RSUD Hanau yang baru yakni dr Riza Syahputra, mengatakan, sebagai organisasi baru dan independen atau berdiri sendiri dan tidak tergantung lagi dengan Dinas Kesehatan.
Jajaran RSUD Hanau akan berupaya melaksanakan visi dan misi pemerintah daerah seperti yang disampaikan bupati.(PP/B-11)


