BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendukung langkah untuk menaikan insentif guru honorer. Dukungan itu disampaikan karena gaji yang diterima guru honorer dari semua tingkatan dinilai masih rendah.
Diungkapkan oleh anggota DPRD Kobar Rizky Aditya Putra, pada saat jelang akhir masa kepemimpinan pasangan Nurhidayah - Ahmadi Riansyah, telah direncanakan untuk menaikan insentif guru honorer. Hal ini supaya nantinya bisa cepat direalisasikan.
"Dengan adanya rencana menaikan insentif guru honorer ini sangat bagus dan kita dukung hal itu," kata Rizky Aditya Putra.
Rizky melanjutkan, menaikan insentif guru honorer tidak sebatas rencana saja. Termasuk PJ Bupati Kobar, diharapkan bisa mewujudkan kenaikan insentif guru honorer.
Tentu hal ini, harus ada campur tangan dari pemerintah daerah, mengingat hal ini perlu hitung-hitungan secara menyeluruh, karena berkaitan dengan masalah anggaran.
--page
"Maka kita tunggu saja nanti apakah dari PJ Bupati akan mengawal hal ini atau tidak," ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya dari DPRD Kobar juga akan mendorong pemerintah untuk menaikan insentif guru honorer. "Kami sering mendengar langsung dari para guru honorer, mereka masih menerima gaji Rp 1 juta perbulan, terkadang ada yang sampai Rp 600 ribu. Lebih pedihnya lagi mereka bisa gajihan tiga bulan sekali," bebernya. (DANANG/B-7)









