PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan hewan ternak seperti sapi dan babi merupakan spesies yang paling menampakkan gejala berat pada penyakit mulut dan kuku atau PMK.

"Hewan ternak seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk hewan liar berkuku belah seperti gajah sangatlah peka terhadap PMK. Meskipun demikian sapi dan babi merupakan spesies hewan yang paling peka menampakkan gejala klinis yang paling berat," kata drh Eko pada Selasa, 14 Juni 2022.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini, secara etiologi, PMK disebabkan oleh virus yang termasuk genus aphthovirus dari famili Picornaviridae.

"PMK virus terdiri dari 7 serotipe yaitu: O, A, C, Southern African Territories (SAT-1, SAT-1, SAT-3) dan Asia-1," beber drh Eko lagi.

Gejala klinis yang terjadi pada babi menurutnya sangatlah mirip dengan yang terjadi pada sapi.

"Tetapi kalau pada babi gejala kepincangannya lebih menonjol. Kemudian masa inkubasinya antara 1-5 hari atau lebih lama lagi sedangkan pada sapi kan dalam waktu 24 jam saja sudah terlihat," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-11)