Meski menelan anggaran yang cukup besar, bangunan rumah jabatan walikota Palangka Raya tampak tak mulus. Walikota sendiri menunjukkan rasa tak puasnya ketika bertandang ke bakal rumah dinasnya itu.

Ketika Sidak pembangunan kompleks Rujab tersebut, Wali Kota Riban Satia mengamati beberapa bagian bangunan. Ia merasa tidak puas hasil kerja kontraktor pelaksana. Beberapa kali ia mengomentari finishing bangunan yang terlihat kasar. Terutama bagian bangunan Pendopo yang keseluruhan terbuat dari kayu, ia mengungkakan nada kecewanya.

“Seharusnya ini diperhalus, di ketam lagi. Ini Rujab loh, kok pekerjaannya begini. Kayunya masih dibiarkan seperti ini, tidak di vernish atau politur,” ujarnya sambil memegang beberapa tiang kayu ulin dan ornamen khas dayak di beberapa bagian.

Begitupun saat menuju rumah betang, ia kerap kali mengkiritik. Seorang PNS ditugasi mencatat apa saja yang menjadi ‘omelan’ Riban untuk di komplainkan kepada kontraktor pelaksana. Salah satu diantaranya masalah ornamen yang kurang, agar ditambahkan di tiap tiang cor.

Sementara itu diketahui, pada 2014 lalu dikucurkan anggaran senilai Rp 4,7 miliar untuk  kompleks rujab tersebut. Kemudian dianggarkan pula biaya gan­ti rugi atau pembebasan ba­ngunan eks asrama yang terletak di belakang rujab, senilai Rp 1,7 miliar yang terselesaikan pada 2015 kepada 13 ahli waris. (RZ/*)