PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gejala klinis atau yang umum dialami sapi yang telah tertular penyakit mulut dan kuku atau PMK ialah kelesuan.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono pada Selasa, 14 Juni 2022. "Gejala umum ditandai dengan kelesuan, gelisah, dehidrasi, produksi susu turun," katanya.

Gejala lainnya ialah demam mencapai 41 derajat celcius, hipersalivasi, nafsu makan turun, malas berdiri dan pincang.

"Tanda klinis yang khas adalah adanya lepuh-lepuh atau vesikel berisi cairan bening hingga kuning kemerahan serta mudah terkelupas atau erosi," jelasnya.

Keduanya sering ditemukan pada bagian lidah, bibir, mukosa pipi, gusi, langit-langit mulut, ujung kaki dan teracak serta ambing pada hewan betina.

--page

"Gejala klinis yang tampak dapat bervariasi dari ringan, sedang, dan akut, serta dapat diikuti dengan kematian terutama pada hewan muda. Tingkat kematian pada hewan muda mencapai 50 persen sedangkan pada sapi dewasa berkisar 5 persen," jelas Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini. (TESTI PRISCILLA/B-6)