PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan data terakhir saat ini total 66 ekor ternak sapi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang positif diketahui terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Medik Veteriner Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kobar drh. GM Sofyannoor, Selasa, 14 Juni 2022 menjelaskan wilayah yang terpapar penyakit yang disebabkan oleh virus Family Picornaviridae yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah atau cloven-hoofed ini tetap terjadi di wilayah Kecamatan Arut Selatan dan Pangkalan Lada.

"Untuk di Kecamatan Pangkalan Lada terdalat tambahan lokasi yang ternaknya terpapar PMK yaitu Desa Pangkalan Dewa," jelasnya.

Dia menjelaskan dari total ternak tersebut ada yang sudah dinyatakan sembuh dan ada juga yang masih menjalani pengobatan.

"Dari 66 ternak yang terpapar 36 ekor di antaranya dinyatakan sembuh dan dipotong, 23 ekor sembuh dan hidup serta 7 ekor masih dalam pengobatan atau terapi," jekasnya.

--page

Apakah Kobar masih bisa menerima ternak dari luar daerah? dia mengiyakan. "Namun perlu diingat Kobar sebagai daerah tertular PMK, boleh menerima ternak masuk dari daerah berstatus bebas PMK, misalnya Bali dan Sulawesi," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)