BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada 2008 Dr Goro Hasegawa, dari Universitas Tsukuba, Jepang mendengar desas-desus tentang keberadaan tengkorak yang disebut "antu pala amat" atau kepala-benar, di kota Lubok Antu.
Tengkorak yang diyakini milik Antu Gerasi atau hantu raksasa atau disebut Forest Ogre ini berasal dari Lubok Antu, Distrik Sri Aman, Sarawak, Malaysia.
Seperti dikutip dari Folks Of Dayak, komunitas anak-anak muda pemerhati dan pelestari budaya adat Dayak, dari penelusurannya, Dr Hasegawa akhirnya menemukan tengkorak di sebuah rumah panjang dan mengambil fotonya.
Penjaga tengkorak yang ada di gambar adalah sang pemimpin rumah panjang. Tengkorak itu, menurut juru kuncinya, telah diturunkan dari generasi ke delapan dan diyakini memiliki kekuatan gaib.
Menurut cerita, dahulu kala seorang gerasi atau raksasa memperkosa istri seorang pria di desa. Suaminya yang tak kenal takut mencari raksasa ini dan membunuhnya.
--page
Dia memotong kepalanya dan yang sejak itu kepala ini diturunkan dari generasi ke generasi. Antu pala menjadi "penchelap rumah" yaitu jimat yang melindungi masyarakat dari "angat" atau panas.
Pemiliknya memberi tahu Dr Hasegawa, pada suatu waktu pernah terjadi rumah panjang mereka menderita kekeringan berkepanjangan. Pria yang merawat tengkorak pada saat itu diminta untuk melakukan ritual memanggil hujan.
Kemudian, tak lama setelah itu seluruh wilayah itu terendam banjir. Itu adalah kata juru kunci saat ini sebagai ilustrasi kekuatan spiritual tengkorak tadi.
Ia mengaku menerima banyak tawaran dari masyarakat, termasuk pengunjung hingga ke Inggris untuk membeli tengkorak tersebut, namun dia menolak tawaran mereka semua. (TESTI PRISCILLA/B-11)









