SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman  (DPUPRPRKP) Kotawaringin Timur, gencar menebang pohon yang rawan tumbang di dalam Kota Sampit. Kali ini giliran pohon yang berada di jalan protokol seperti Jalan Achmad Yani ditebang. 

“Pohon yang sudah berusia tua dan rawan tumbang kami tebang. Selain antisipasi saat cuaca ekstrem ini juga sekaligus menata agar lebih rapi,” ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jalan, Drainase dan Pertamanan DPUPRPRKP Kotim, Slamet Giartono, Kamis, 15 Juni 2022. 

Penataan, perawatan dan penebangan pohon-pohon di pinggiran kawasan jalan dalam kota, dimaksudkan untuk menjaga keselamatan bagi warga, terutama pengguna jalan umum. 

“Banyak pohon yang kondisinya lapuk karena tua dan mati, sehingga layak dipangkas dan ditebang,” jelas Slamet.

Sebelum melakukan pemangkasan, penebangan dan penataan pohon, tim dari DPUPRPRKP Kotim sudah memantau kebeberapa lokasi jalan, yang keberadaan pohon-pohon dinilai rawan tumbang. 

--page

“Jadi ini sebagai langkah cepat merawat dan memotong pohon yang dianggap rawan tumbang. Selain menjaga keselamatan warga, sekaligus sebagai upaya menata kembali keindahan Kota,” katanya.

Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintasi jalan umum. Ini mengingat seringnya pohon tumbang yang biasanya terjadi di jalan umum. 

Pihak DPUPRPRKP Kotim tak bisa sekaligus memangkas maupun menebang pohon. Sebab harus melalui pengamatan dan juga waktu saat menebang. 

"Sebab kami harus menutup jalan sementara waktu dan itu membutuhkan waktu demi keselamatan pengguna jalan," tandasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)