Sejak Minggu hingga Rabu (3-6/1/2016), jaringan internet dari operator Speedy milik PT Telkom Indonesia di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), lumpuh total. Salah satu towernya dihantam petir.

Sejumlah instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat yang menggunakan jasa Speedy tidak dapat menggunakan layanan koneksi internet. Sampai petang kemarin, belum ada tanda-tanda normal.

“Layanan pembayaran tagihan PDAM dan PLN secara online tidak bisa dilakukan akibat jaringan internet itu tidak berfungsi,” ungkap Rina, Customer Service Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Marunting Sejahtera Kantor Kas Pangkalan Banteng, Jalan Ahmad Yani KM 64.

Ada sekitar 300 konsumen PDAM dan 200 pelanggan PLN yang biasa membayar tagihannya di BPR Marunting Sejahtera Pangkalan banteng. Tapi dalam tiga hari terakhir ini transaksi online yang dilakukan, gagal total.

Di depan kantor BPR tersebut ada kertas pemberitahuan jika transaksi tengah dalam gangguan jaringan. Bahkan, untuk melayani pengecekan Angaran Dana Desa (ADD) yang masuk melalui BPR Marunting, tidak bisa dilakukan.

Kepala Cabang Bank Nasional Indonesia (BNI) Pangkalan Banteng, Fahrul, juga mengalami hal serupa. “Tapi kami dikirim bantuan jaringan internet dari Sampit dengan fasilitas internet mobile,” katanya.

Matinya jaringan internet juga dirasakan oleh kantor Kecamatan Pangkalan Banteng. Beberapa petugas yang tengah bekerja terpaksa tidak bisa membuat laporan secara online.

”Kami draf dulu laporannya, soalnya untuk upload dan download jaringannya masih mati,” ungkap salah seorang petugas di bagian pelayanan umum.

Para pelanggan Speedy berharap, Telkom segera memperbaikinya. Terlebih jaringan internet kini menjadi kebutuhan pokok kantor pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat di Kecamatan Pangkalan Banteng.

Sayid, operator internet perwakilan Pangkalan Banteng dan kantor Telkom Speedy di Pangkalan Bun, belum bisa memberikan keterangan.
(CP/B-1)