SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sapi untuk hewan kurban dari Pulau Sulawesi mulai berdatangan di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sapi yang merupakan ras bali ini akan menjadi salah satu alternatif hewan kurban di daerah itu di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi kini. 

Masrani, pedagang sapi di Jalan HM Arsyad mengatakan, pihaknya mendatangkan sebanyak 40 sapi, sebanyak 25 sapi sebelumnya telah  didatangkan sebelum wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur. 

"Jadi yang tersedia saat ini sebanyak 65 sapi. Itupun sebagian sudah dipesan," katanya, Rabu, 15 Juni 2022. 

Mengantisipasi tingginya permintaan sapi ini, pihaknya akan kembali mendatangkan sebanyak 65 ekor dari Pulau Sulawesi. Lalu, kembali mendatangkan lagi sebanyak 65 ekor mendekati Iduladha.

Dia berharap mampu menyuplai sapi untuk kebutuhan masyarakat Kotawaringin Timur di tengah tidak ada pasokan sapi dari Jawa Timur. 

--page

"Kalau saya dari dulu memang khusus mendatangkan sapi dari Sulawesi. Tapi semoga kebutuhan akan sapi untuk ibadah kurban bisa terpenuhi," katanya. 

Sapi Sulawesi ini telah dikarantina di tempat asal, sebelum menyeberang ke Kalimantan.setelah sampai sapi tak boleh langsung ke tangan pembeli. Melainkan harus didiamkan selama hari di kandang. Baru setelahnya boleh diangkut pembeli untuk ibadah  kurban. (USAY NOR RAHMAD/B-5)