PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dalam rangka  mendukung dan memaksimalkan Program Food Estate khususnya di Pulang Pisau (Pulpis) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melalui Dinas Pertanian menggelar sosialisasi rekomendasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bappeda, belum lama ini itu dihadiri langsung oleh Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang didampingi Sekda Toni Harisinta, Kadis Pertanian Slamet Untung Riyanto dan diikuti oleh para pelaku kebijakan di Pemerintahan.

"Kegiatan itu kemaren diikuti baik dari pihak Pemerintah yang mengambil kebijakan terhadap pengembangan program ketahanan pangan nasional juga diikuti oleh pihak kecamatan dan gabungan kelompok tani yang ada diwilayah Food Estate," Kata Bupati Pulpis saat dihubungi via whatsapp, Rabu (15/06/2022).

Di hadapan peserta yang mengikuti kegiatan itu, Bupati perempuan pertama Pulpis itu meminta kepada para pejabat terutama Camat agar memastikan lahan yang digunakan dalam perluasan Food Estate harus clean dan clear.

Hal tersebut, kata Taty sapaan akrab Bupati, dimaksudkan agar setiap kegiatan yang dilakukan dilapangan tidak menuai permasalahan yang merugikan masyarakat setempat dikemudia harinya.

--page

"Kita tentunya tidak ingin terjadi permasalahan kemudian harinya misal seperti sengketa lahan. Oleh itu kami meminta kepada para cama untuk mensosialisasikan hal ini," ucapnya. 

Selain itu, lanjut Bupati, pemetaan lahan pertanian dan perkebunan harus benar-benar atas hasil kajian yang mendalam agar nilai manfaat akhir adalah untuk kemakmuran masyarakat itu sendiri, terlebih memperhatikan kepentingan masyarakat lokal didaerah masing-masing.

“Saya menegaskan kepada camat agar dalam memberikan rekomendasi lahan pertanian harus benar-benar clear and clean, bisa membedakan lahan pertanian dan perkebunan. Ini harus dipahami dan jangan sampai lahan pertanian digunakan untuk perkebunan seperti perluasan lahan sawit dan lainnya,” tegas Taty. (ang)