PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Ruselita mengungkapkan, saat ini, masyarakat sangat berharap harga minyak goreng kemasan di pasaran dapat kembali pada harga normal atau setidaknya turun dari harga sekarang.

Terlebih dengan telah dibukanya ekspor bahan baku minyak goreng sawit atau Crude Palm Oil (CPO) oleh pemerintah. Seiring dengan itu, harga minyak goreng kemasan di pasaran semestinya bisa semakin turun.

"Masyarakat masih mengeluhkan soal mahalnya harga minyak goreng kemasan di pasaran. Ini artinya mereka terbebani meski terbukanya keran ekspor, namun belum mampu menurunkan harga minyak goreng," katanya, Rabu, 15 Juni 2022.

Politisi Partai Perindo ini berharap, pemerintah dapat terus melakukan pengawasan terhadap minyak goreng kemasan agar bisa didistribusikan normal ke masyarakat. Menurutnya, mahalnya minyak goreng di pasaran bisa saja disebabkan pemerintah melakukan berbagai kebijakan.

Seperti adanya pengaturan batas kuota ekspor sawit. Faktor lainnya, bisa dikarenakan meningkatnya harga CPO, sampai dengan gangguan distribusi minyak goreng dari produsen sampai tingkat pengecer.

--page

"Khusus untuk Pemerintah Kota Palangka Raya, kami harap dapat mengoptimalkan pengawasan. Jangan sampai ada permainan para spekulan yang menahan distribusi minyak goreng," pungkasnya. (HENDRI/B-7)