BENCANA kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah berlalu seiring tibanya musim penghujan. Namun, momen pergantian musim ternyata membawa dampak negatif lainnya, yakni munculnya wabah ulat bulu.
Seperti yang dialami warga di Komplek PDAM, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara.
Dalam beberapa hari terakhir, kawasan itu diserang wabah ulat bulu yang belum diketahui asal-usulnya. Warga pun mulai resah lantaran ulat bulu mulai memasuki rumah mereka.
Asri, warga Komplek PDAM, mengaku sangat tergangu dengan serangan binatang melata tersebut. Sebab, selain menjijikkan, hama ulat bulu bisa membuat warga terserang gatal-gatal. Itu terjadi bila bulu yang ada pada ulat menempel di tubuh manusia.
Atas kondisi ini, Asri berharap Pemkab Sukamara segera mengambil tindakan demi membasmi hama tersebut.
“Saya takutnya jika tidak dilakukan penindakan ulat bulu tersebut jumlahnya semakin banyak. Apa lagi ulat bulu itu sudah masuk ke rumah. Jika kena bulunya, kulit bisa gatal-galat dan melepuh,” ungkap Asri.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sukamara Suratman mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan mengenai serangan hama ulat bulu. Pihak juga telah melakukan upaya pembasmian. Salah satunya dengan melakukan penyemprotan agar populasi ulat bulu tidak terus bertambah dan menggangu warga.
“Kami sudah menerima laporan dan langsung melakukan penindakan” kata Suratman saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (6/1/2016).
Menurutnya, hama ulat bulu muncul seiringnya turunnya hujan. Saat musim hujan, ulat bulu biasnya akan berkembang biak dengan cepat. (B-3)


