PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pedagang hewan kurban jenis Sapi di Kota Palangka Raya mengakui sangat sulit mendapatkan stok lantaran adanya penyakit mulut dan kuku yang merebak akhir-akhir ini.

Salah satu pedagang hewan kurban di Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya Kasirun mengatakan, kalau tahun lalu, ia dapat menjual 120 ekor sapi. Sedangkan tahun ini, hewan kurban sapi yang didapat hanya sekitar 70 ekor.

"Tahun ini sangat susah dapatkan hewan kurban khususnya sapi. Ini saya hanya mendapatkan 70 ekor aja. Kalau tahun kemarin 120 ekor," katanya, Rabu, 15 Juni 2022.

Dia melanjutkan, dari 70 ekor tersebut, saat ini yang sudah dipesan sebayak 30 ekor. Sapi tersebut didatangkan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan jenis Sapi Bali.

"Kalau untuk menambah stok, masih belum tau mas. Saat ini masih sulit untuk mendapatkan akibat ada penyakit mulut dan kuku," ucapnya.

--page

Dia menambahkan, sapi kurban miliknya yang didatangkan langsung dari Kupang sudah melalui prosedur seperti wajib karantina di Banjarmasin selama 1 minggu. (NOPRIB-7)